Inspiring Quotes

Raihlah ilmu, karena yang meraihnya berarti berada dijalan Allah dan melaksanakan suatu amal yang saleh; yang membicarakannya berarti memuji Allah; yang mencarinya berarti mencintai Allah; yang mengajarkannya berarti memberi sedekah; yang menanamkannya kepada sasaran-sasaran yang tepat berarti berlaku setia kepada Allah.
Jauhkanlah dirimu dari iri hati (dengki), karena iri hati menelan dan menghanguskan amal-amal kebaikan, seperti api memakan dan membakar kayu bakar.
Apabila seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, suci serta taat pada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya untuk memasuki surga dari pintu manapun yang disukainya.
Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Dan barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikannya takut dari segalanya

Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah & Cambuk Api Angin

Senin, 13 Juni 2016

star
Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah & Cambuk Api Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

PEMUDA baju biru itu berdiri dengan gagahnya di puncak bukit. Angin dari timur bertiup melambai-lambaikan rambutnya yang gondrong menjela bahu. Sepasang matanya sejak tadi hampir tiada berkesip memandang lekat-lekat ke arah utara di mana berdiri dengan megahnya pintu gerbang Kotaraja.

Sudah hampir setengah hari dia berada di puncak bukit itu. Sudah jemu dan letih matanya memandang terus-terusan ke arah pintu gerbang. Namun manusia-manusia yang ditunggunya belum juga kelihatan muncul. Sebetulnya dia bisa menuruni bukit itu dan langsung memasuki Kotaraja. Tapi dia ingat pesan gurunya, di Kotaraja penuh dengan hulubalang-hulubalang Baginda, bahkan tokoh-tokoh silat kelas satu pentolan-pentolan Istana, banyak orang sakti berilmu tinggi sehingga menyelesaikan perhitungan di dalam Kotaraja sama saja mencemplungkan diri ke dalam jebakan dimana dia tak mungkin lagi akan keluar. Kalaupun ada jalan ke luar maka itu ialah jalan kepada kematian! Dia menunggu lagi. Sekali-sekali dia memandang ke jurusan lain untuk menghilangkan kejemuan dan kelesuan matanya. Kemudian bila dia memandang pada dirinya sendiri, memperhatikan tangan kirinya yang buntung sebatas siku maka disaat itu ingatlah dia akan ucapan gurunya sewaktu dia hendak meninggalkan pertapaan.

"Hari
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah & Cambuk Api Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
star

0 komentar:

Posting Komentar